aku berjalan gontai ,perasaan lelah,gembira,dan sedih-pun beraduk menjadi satu,lelah karena setelah mengikuti kompetisi sparing basket,gembira karena sekolahku menjadi pemenang ,dan sedih karena sahabatku candy tidak bisa melihat dan menghadiri acara sparingku karena sakit.
sepanjang jalan pulang aku hanya memikirkan candy sahabatku yang kemaren baru-baru saja kecelakaan. Ingin rasanya menjenguk hari ini namun waktu yang tidak memungkinkan membuatku kecewa ditambah jadwalku yang setiap hari padat karena acara-acara tertentu,namun aku hanya berharap candy lekas sembuh dan bisa bertemu lagi denganku. pemandangan jalan yang macet,berdebu dan panas membuatku ingin cepat-cepat pulang. dari kejauhan aku melihat sosok yang sepertinya kukenal,rasa penasaranpun muncul dan ingin rasanya membuntutinya, merekapun masuk kedalam sebuah restoran.
"GUBRAKK..!!!" suara pintu kamar yang kubanting ,akupun membantingkan tubuhku ketempat tidurku ,air mata begitu deras mengalir dipipiku dan membasahi bantalku, aku benar-benar benci dan tidak akan mau bicara bahkan bertemu dengannya,menurutmu siapa?dia adalah ibuku. IYA.. DIA IBUKU kenapa? apa menurutmu seorang yang ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selamanya ,akan mencari pasangan hidup lagi? aku tidak akan setuju ibuku harus menikah lagi bahkan dengan orang kaya sekalipun, aku menyayangi ayah dan tidak akan kubiarkan orang lain menggantikan posisi ayahku.
"Tok..tok..tok.! rema?? buka pintunya nak ,ibu mau bicara sama kamu"
suara dibalik pintu itu membuatku malas bergerak dan berbicara kpd siapapun
dan lagi lagi suara itu kembali memanggil namaku
"remaa..?? ibu mau bicara tolong dengarkan ibu kali ini"
"Apalagi yang mau ibu tunjukan?!" Dengan menahan isakan tangisku
"Ijinkan ibu masuk rema...?"
Aku tetap tidak akan membuka pintunya dan mungkin lebih baik aku akan mengurus diriku sendiri ,dari pada harus mempunyai ayah baru
"Ibu hanya inginn kamu mempunyai ayah lagii..." suara gemetar di balik pintu itu membuat aku semakin benci dan sedih
"Ini untuk masa depanmu juga remaa..." suara gemetar itu berubah menjadi isak tangis
"Untuk kebahagiaanku atau kebahagiaan ibuu...!!!" Suara keras gemetar bercampur isak tangis yg karuan bercampur pada sore itu.
Aku melangkah pelan menuruni tangga,"kreek" suara pintu utama "kamu nggak sarapan dulu"
Perlahan aku menoleh kebelakang
"Nggak"jawabku singkat dan keluar dari pintu